Sebuah aksi berbahaya terekam kamera dashcam dan menjadi perbincangan hangat di media sosial TikTok. Satu unit taksi listrik Green SM tertangkap mencoba manuver mundur demi mengejar jalur masuk flyover yang terlewat.
Kronologi Kejadian
Peristiwa terjadi di Jalan Yos Sudarso menuju Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Flyover ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/03/2026). Dalam video berdurasi 1 menit 53 detik yang diunggah akun TikTok @ehpatnam, terlihat armada Green SM dengan lambung KP 10419 dan plat nomor B 1453 SWH berhenti mendadak di lajur kanan setelah melewati pembatas jalur masuk flyover.
Keterangan Pengunggah
Pengunggah video menegaskan bahwa aksi supir taksi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dalam rekaman dashcam, terlihat pengunggah menyalakan lampu jauh (beam) berkali-kali—yang memantul putih terang di badan taksi—disertai klakson panjang untuk mengingatkan supir.
“Saya tidak kasih jalan karena membahayakan pengendara lain. Resiko di jalan, kalau gak fokus ya mutar lebih jauh. Jangan memaksakan diri yang bisa merugikan orang lain,” tulis akun @ehpatnam dalam deskripsi videonya.
“Tolonglah ditindak driver yang kayak gini @id.greensm,” tambahnya, menandai akun resmi manajemen.
Interaksi dengan Pengendara Lain
Manuver mendadak taksi sempat menghalangi seorang pengendara motor. Setelah berhasil melewati celah sempit antara taksi dan mobil pengunggah, pengendara motor berhenti sejenak di samping pintu supir untuk menegur sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.
Kutipan Netizen: Dari Solusi Hingga Julukan ‘Anomali’
Kolom komentar TikTok juga dipenuhi reaksi netizen:
- @shakira: “Padahal tinggal lurus dikit ambil bawah, putar balik lampu merah cempaka putih, naik lagi flyovernya.”
- @Kuncen: “Taksi anomali memang ini.”
- @TAURUS_STRONGER: “Sebenarnya saling mengalah lebih baik… jangan menyamaratakan semuanya hanya karena beberapa oknum saja.”
Statistik Viral
Video tersebut telah ditonton lebih dari 12,7 ribu kali, menerima 181 likes, dan puluhan komentar yang memperdebatkan standar etika berkendara armada transportasi publik di jalan protokol Jakarta. Kejadian ini memicu diskusi mengenai pentingnya kepatuhan rambu lalu lintas, karena manuver di titik kritis seperti mulut flyover berisiko tinggi memicu kecelakaan beruntun.



