Berita Utama

Drone Israel Hantam Mobil Pers di Lebanon, 3 Jurnalis Tewas

Avatar photo
27
×

Drone Israel Hantam Mobil Pers di Lebanon, 3 Jurnalis Tewas

Sebarkan artikel ini
Potret Fatimah Fotouni dan Ali Shaib saat bertugas di perbatasan Lebanon. Photo : X
Potret Fatimah Fotouni dan Ali Shaib saat bertugas di perbatasan Lebanon. Photo : X

Tiga jurnalis tewas setelah serangan drone Israel menghantam kendaraan bertanda “PRESS” di wilayah selatan Lebanon, Sabtu (28/3), di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon–Israel.

Dilansir Al Jazeera, serangan terjadi di kawasan Jezzine saat ketiga korban berada di dalam kendaraan untuk meliput situasi konflik. Tiga jurnalis yang tewas yakni Ali Shaib, Fatimah Fotouni, dan Mohammad Fotouni.

Serangan di Jezzine

Serangan terjadi saat ketiga jurnalis berada di dalam kendaraan untuk peliputan. Kendaraan tersebut dihantam hingga terbakar di lokasi.

Kondisi kendaraan terlihat hangus dan rusak berat. Bagian bodi mobil nyaris tidak dapat dikenali.

Sejumlah peralatan jurnalistik seperti kamera, lensa, serta rompi bertuliskan “Press” ditemukan dalam kondisi terbakar di sekitar lokasi.

Israel Klaim Salah Satu Korban Terkait Hizbullah

Militer Israel menyebut serangan tersebut menargetkan Ali Shaib yang diklaim memiliki keterkaitan dengan Hizbullah.

Pihak militer juga menyebut korban diduga memiliki peran dalam pengumpulan informasi posisi pasukan di Lebanon selatan serta penyebaran materi propaganda.

Namun, tidak ada bukti yang disampaikan untuk mendukung klaim tersebut. Militer Israel juga tidak memberikan penjelasan terkait dua jurnalis lainnya yang turut tewas.

Kecaman dan Respons

Organisasi Committee to Protect Journalists (CPJ) menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.

CPJ menyebut Lebanon selatan menjadi wilayah yang semakin berbahaya bagi jurnalis, meski mereka berstatus sebagai warga sipil yang tidak boleh menjadi target serangan.

“Kami melihat pola yang mengkhawatirkan, di mana jurnalis dituduh sebagai kombatan atau teroris tanpa bukti yang kredibel. Jurnalis bukan target yang sah, terlepas dari media tempat mereka bekerja,” kata Direktur Regional CPJ, Sara Qudah.

Sementara itu, otoritas Lebanon menyebut serangan terhadap kendaraan pers tersebut sebagai pelanggaran serius.

“Sekali lagi, agresi Israel melanggar aturan paling mendasar dalam hukum internasional, hukum humaniter internasional, dan hukum perang, dengan menargetkan jurnalis yang pada dasarnya adalah warga sipil yang menjalankan tugas profesional,” demikian pernyataan kepresidenan Lebanon melalui akun resminya di platform X.

Jurnalis dalam Konflik

Insiden ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi jurnalis di wilayah konflik bersenjata.

Dalam hukum humaniter internasional, jurnalis termasuk warga sipil yang harus dilindungi dan tidak menjadi sasaran serangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *