Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Muslim. Selain menjalani rangkaian ibadah dan kegiatan di dalam negeri, Prabowo juga melakukan silaturahmi dengan sejumlah pemimpin dunia melalui sambungan telepon.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, komunikasi tersebut dilakukan dalam beberapa hari selama suasana Lebaran.
“Setelah bermalam takbiran di Sumatra Utara, salat Idulfitri di Aceh, serta halal bihalal bersama masyarakat di Istana Merdeka Jakarta, Presiden juga melaksanakan silaturahmi melalui sambungan telepon dengan para pemimpin negara Muslim,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).
Sejumlah pemimpin yang telah dihubungi Presiden antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Raja Yordania Abdullah II, serta Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Teddy menambahkan, komunikasi tersebut masih akan berlanjut dengan sejumlah kepala negara lainnya, menunggu konfirmasi dari masing-masing pihak.
“Beberapa kepala negara lainnya juga akan dihubungi dalam waktu dekat,” katanya.
Menurut Teddy, silaturahmi lintas negara ini bukan sekadar tradisi Idulfitri, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam diplomasi internasional Indonesia.
“Silaturahmi ini menjadi wujud eratnya persaudaraan dan kerja sama antarnegara Muslim, sekaligus memperkuat hubungan bilateral di tengah suasana penuh keberkahan,” ujarnya.
Langkah ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia yang aktif mendorong persatuan dan kerja sama global. Momentum Idulfitri pun dimanfaatkan tidak hanya sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga ruang diplomasi untuk memperkuat ukhuwah dan membangun hubungan internasional yang lebih solid.
