Daerah

Disabilitas Bukan Hambatan, Kemnaker Cetak Wirausaha Baru yang Mampu Buka Lapangan Kerja

25
Photo : Istimewa
Photo : Istimewa

Kementerian Ketenagakerjaan terus memperkuat upaya perluasan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas melalui serangkaian pelatihan kewirausahaan yang terukur. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas sekaligus mencetak wirausahawan baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri di tengah dinamika ekonomi digital.

Upaya tersebut terealisasi dalam Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama” yang digelar di Bantul pada Jumat (17/4/2026). Fokus utama kegiatan ini menyasar pada optimalisasi potensi nasional di mana sektor pekerjaan kini tidak lagi terbatas pada jalur formal seperti pegawai negeri atau karyawan perusahaan, melainkan terbuka luas pada sektor ekonomi kreatif.

“Lowongan kerja itu ada di mana-mana. Tidak hanya di perusahaan, tetapi juga bisa diciptakan sendiri. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.” Ungkap Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, dalam rilis resminya.

Kemnaker juga memberikan penguatan khusus bagi pelaku UMKM rintisan agar mampu naik kelas melalui pendampingan yang intensif. Penekanan diberikan pada aspek kreativitas dan pola pikir produktif sebagai modal utama dalam membangun usaha, terlepas dari keterbatasan fisik yang dimiliki oleh para peserta pelatihan.

“Keterbatasan fisik bukan penghalang. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki akses yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.” Tegas Sukro Muhab saat membuka kegiatan tersebut secara resmi.

Selain pelatihan teknis, para peserta juga mendapatkan akses pada program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang dirancang untuk membantu pengembangan skala usaha lanjutan. Program ini menjadi jembatan bagi para penyandang disabilitas untuk mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan profesional agar usaha yang dirintis dapat terus tumbuh berkelanjutan.

“Kami tidak hanya melatih, tetapi juga mendampingi dan membuka akses pembiayaan. Harapannya, usaha yang dirintis dapat berkembang dan bahkan menyerap tenaga kerja baru.” Pungkasnya.

Exit mobile version