Teknologi

Dari Riding Nusantara ke Forum Kemendagri, Divo Gimbal Bawa Isu Kendaraan Listrik

36
×

Dari Riding Nusantara ke Forum Kemendagri, Divo Gimbal Bawa Isu Kendaraan Listrik

Sebarkan artikel ini

Pendiri Elektrik Rakyat Indonesia (ERI), Muhammad Dipo Kartono atau Divo Gimbal, dijadwalkan menjadi narasumber dalam Forum Diskusi Aktual (FDA) yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri, pada Kamis (16/7/2026).

Forum tersebut mengangkat tema Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Tindak Lanjut Program Cek Kesehatan Gratis. Kegiatan akan berlangsung di Hotel Horison Ultima Menteng, Jalan Menteng Raya Nomor 33, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB.

Dalam forum itu, Divo akan membawa gagasan tentang pentingnya percepatan konversi kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih sehat. Isu ini dinilai berkaitan dengan program kesehatan masyarakat karena kualitas udara ikut memengaruhi kualitas hidup warga.

Divo sebelumnya memimpin ekspedisi Riding Nusantara 2026, perjalanan motor listrik sejauh sekitar 1.200 kilometer dari Cilegon hingga Singaraja, Bali. Perjalanan itu menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kendaraan listrik bisa digunakan untuk jarak jauh, selama didukung infrastruktur pengisian daya yang memadai.

Bagi Divo, pengalaman tersebut penting untuk menjawab keraguan sebagian masyarakat terhadap kendaraan listrik. Teknologi ini, menurutnya, tidak hanya menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak, tetapi juga berpeluang membantu menekan polusi udara.

Menurut Divo, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan perlu berjalan bersama dengan kesadaran menjaga lingkungan.

“Ketika masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan, kita juga perlu menjaga lingkungan tempat kita hidup. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah mengurangi emisi kendaraan melalui konversi ke tenaga listrik,” kata Divo.

Ia menilai kendaraan listrik bukan hanya menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Lebih jauh, konversi kendaraan juga berpotensi membantu menekan polusi udara, terutama di kawasan perkotaan.

Dalam forum tersebut, Divo akan mendorong pemerintah daerah melihat elektrifikasi kendaraan sebagai bagian dari strategi pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan. Kendaraan dinas, kendaraan operasional pelayanan masyarakat, hingga kendaraan pengangkut sampah dinilai bisa menjadi sasaran awal program konversi listrik.

Langkah itu dapat memberi manfaat ganda bagi daerah. Di satu sisi, pemerintah daerah bisa menekan biaya operasional. Di sisi lain, daerah ikut mendukung pengurangan emisi dan kebijakan transisi energi nasional.

Melalui Elektrik Rakyat Indonesia, Divo menyatakan komitmennya untuk terus mendorong edukasi, pelatihan, dan pendampingan terkait kendaraan listrik. Sasaran pendampingan mencakup pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.

Keikutsertaan Divo sebagai narasumber dalam Forum Diskusi Aktual Kemendagri menjadi bagian dari upaya mempertemukan isu kesehatan, lingkungan, dan energi. Dengan begitu, program kesehatan masyarakat tidak hanya berhenti pada layanan pemeriksaan, tetapi juga bisa diperluas ke kualitas lingkungan tempat warga hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *