Daerah

RUPST 8 April Jadi Momentum Bank Banten, Investor Pantau Sinergi dan Strategi Bersama Bank Jatim

30
Gedung Bank Banten. Photo : Istimewa
Gedung Bank Banten. Photo : Istimewa

Bank Banten akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Public Expose pada 8 April 2026, yang menjadi momentum penting bagi investor untuk menilai arah strategi perseroan.

Dalam beberapa bulan terakhir, saham Bank Banten sempat turun dari Rp38/saham pada Januari 2026 ke Rp26/saham pada pekan kedua Maret, sebelum rebound tipis ke Rp27/saham.

Investor kini menaruh perhatian khusus pada kejelasan Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim, yang menjadi bagian dari strategi perseroan sebagaimana tercatat dalam laporan tahunan 2025.

Sinergi dengan Bank Jatim Jadi Sorotan Investor

Dalam laporannya, Bank Banten menegaskan arah strategis melalui sinergi, efisiensi, dan keberlanjutan, yang menjadi sorotan menjelang RUPST. Sinergi dengan Bank Jatim menjadi jalur cepat untuk memenuhi modal inti Rp3 triliun sekaligus memperkuat posisi Bank Banten sebagai mitra utama pembangunan lokal di Banten. Dari sisi kinerja, laba Rp39,33 miliar pada 2024 dan upaya efisiensi operasional menjadi bukti mesin bisnis mulai bekerja. Fokus pada berkelanjutan (ESG), termasuk pelaporan emisi GRK dan tata kelola yang ketat, menunjukkan komitmen jangka panjang perseroan.

Investor tetap mengamati apakah sinergi dengan Bank Jatim akan berdampak pada pergerakan saham BEKS, atau sekadar menjadi catatan dalam laporan tahunan.

RUPST dan Public Expose

RUPST dijadwalkan pada 8 April 2026 pukul 10.00 WIB di Gedung Pendopo Gubernur Banten, dengan agenda persetujuan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, penunjukan akuntan publik, serta penetapan remunerasi direksi dan komisaris.

Pada hari yang sama, Public Expose pukul 14.00 WIB akan memaparkan kinerja 2025 sekaligus arah strategi ke depan, termasuk perkembangan KUB, transformasi digital, dan implementasi ESG.

Exit mobile version