WeTV Indonesia dan Hitmaker Studios memperkenalkan serial orisinal terbaru berjudul Sleeping with the Enemy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Serial bergenre action thriller ini menyiapkan cerita tentang balas dendam, misteri pembunuhan, dan intrik romansa di tengah kehidupan kelas atas Jakarta.
Proyek ini menjadi salah satu produksi besar Hitmaker Studios untuk tahun 2026. Dengan jajaran pemain populer dan nama Rizal Mantovani di kursi sutradara, Sleeping with the Enemy diarahkan sebagai serial yang tidak hanya mengandalkan drama, tetapi juga ketegangan psikologis dan adegan aksi.

Cerita Sleeping with the Enemy berpusat pada Aruna, karakter yang diperankan Cinta Laura Kiehl. Hidup Aruna berubah setelah kedua orang tuanya tewas dalam pembunuhan misterius.
Delapan tahun kemudian, ia kembali ke Jakarta dengan identitas baru bernama Clara. Di balik identitas itu, Aruna menyimpan misi untuk mengungkap dalang di balik tragedi keluarganya.
Balas Dendam, Identitas Baru, dan Rahasia Keluarga
Premis Sleeping with the Enemy memberi ruang bagi cerita yang bergerak di antara luka lama, dendam, dan permainan identitas. Aruna tidak hanya hadir sebagai korban tragedi, tetapi juga sebagai sosok yang menyusun strategi untuk mencari kebenaran.
Konflik semacam ini membuat serial tersebut tidak berhenti pada kisah romansa. Ada misteri yang harus dibuka, relasi yang patut dicurigai, dan masa lalu yang perlahan kembali mengejar para tokohnya.
Serial ini akan hadir dalam 10 episode dan dijadwalkan tayang eksklusif di WeTV pada 2026.
Disebut Salah Satu Proyek Terbesar Hitmaker Studios
Produser sekaligus CEO Hitmaker Studios, Rocky Soraya, menyebut Sleeping with the Enemy sebagai salah satu produksi terbesar dan termahal yang pernah dikerjakan studionya.
“Ini salah satu series terbesar kami. Dengan full action dan thriller, ini akan memberikan sesuatu yang menarik dan pengalaman menonton yang berbeda bagi penonton WeTV,” ujar Rocky.
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa Hitmaker Studios tidak memperlakukan proyek ini sebagai serial biasa. Skala produksi, kebutuhan adegan laga, hingga pendekatan visual menjadi bagian penting dalam membangun dunia cerita Sleeping with the Enemy.
Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, juga berharap serial ini dapat diterima penonton, baik di Indonesia maupun pasar yang lebih luas.
Rizal Mantovani Bawa Sentuhan Visual yang Lebih Gelap
Sutradara Rizal Mantovani memberi pendekatan visual yang lebih edgy untuk serial ini. Ia ingin menghadirkan karakter-karakter yang tampak kuat di luar, tetapi menyimpan kerapuhan dan konflik batin.
“Karakter mereka itu di batas jurang, jadi sebisa mungkin dari segi angle, writing, dan wardrobe memiliki ciri khas sendiri,” ungkap Rizal.
Pendekatan tersebut penting untuk serial thriller psikologis. Dalam cerita seperti ini, ketegangan tidak hanya datang dari adegan aksi atau misteri pembunuhan, tetapi juga dari cara karakter saling menyembunyikan luka, ambisi, dan rahasia.
Para Pemain Jalani Persiapan Intensif
Selain Cinta Laura, Sleeping with the Enemy juga dibintangi Randy Martin, Anthony Xie, Ersya Aurelia, Soraya Rasyid, Max Metino, dan Putri Patricia.
Para pemain disebut menjalani persiapan intensif sebelum proses produksi. Salah satunya melalui workshop dan latihan laga untuk mendukung adegan action. Anthony Xie bahkan sempat mengalami cedera saat menjalani latihan fighting.
Produksi serial ini juga memberi perhatian pada keamanan emosional para pemain. Untuk adegan-adegan intim, tim produksi melibatkan intimacy coordinator agar proses pengambilan gambar berlangsung profesional dan tetap menghormati batas kenyamanan pemain.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Sleeping with the Enemy tidak hanya mengejar tampilan dramatis di layar. Di baliknya, ada proses produksi yang mencoba menjaga kualitas sekaligus keamanan para pemeran.
Dengan perpaduan aksi, misteri, romansa, dan permainan identitas, Sleeping with the Enemy menjadi salah satu serial WeTV yang layak ditunggu pada 2026.



