Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan Exploration and Experience Expo atau Explorex 2027 sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat wisata petualangan di Indonesia.
Pameran ini disiapkan sebagai platform yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat. Tujuannya bukan hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga memperkuat ekosistem pendukung wisata petualangan secara berkelanjutan.
Explorex 2027 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 April 2027 di Nusantara International Convention Center (NICE), Tangerang.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan atau Events Kementerian Pariwisata, Hafiz Agung Rifai, mengatakan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi destinasi wisata petualangan kelas dunia.
Dengan lebih dari 17.000 pulau dan bentang alam yang sangat beragam, Indonesia dapat menawarkan pengalaman petualangan dari darat, laut, hingga udara. Pegunungan, hutan tropis, sungai, danau, pantai, serta kawasan laut yang kaya biodiversitas menjadi kekuatan yang tidak dimiliki banyak negara.
“Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang mampu menawarkan pengalaman petualangan secara utuh melalui aktivitas darat, laut, dan udara, sejalan dengan konsep land, water, and air yang diusung oleh Explorex,” kata Hafiz saat peluncuran Explorex 2027 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Wisata Berbasis Pengalaman Makin Diminati
Hafiz menjelaskan, potensi wisata petualangan Indonesia semakin relevan dengan perubahan tren pariwisata global. Wisatawan kini tidak hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang bisa dirasakan langsung.
Tren itu terlihat dari meningkatnya minat terhadap experience-based tourism dan special interest tourism. Di dalamnya termasuk adventure tourism, marine tourism, ecotourism, wellness tourism, hingga sport tourism.
Segmen wisata berbasis pengalaman juga disebut menjadi salah satu yang tumbuh pesat dalam berbagai kajian internasional, termasuk dari UN Tourism dan African Travel and Tourism Association atau ATTA.
Bagi Indonesia, perubahan tren ini membuka peluang besar. Banyak daerah memiliki kekuatan alam dan budaya yang bisa dikembangkan menjadi pengalaman wisata yang lebih khas, selama tetap memperhatikan keselamatan, kelestarian, dan manfaat bagi masyarakat lokal.
Lebih dari 30 Kegiatan Luar Ruang Didukung pada 2026
Kementerian Pariwisata sepanjang 2026 telah mendukung lebih dari 30 kegiatan luar ruang. Kegiatan tersebut mencakup trail running, pacuan kuda, olahraga otomotif, balap sepeda, open water swimming, hingga kompetisi memancing.
Dukungan terhadap kegiatan luar ruang menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem event nasional. Kegiatan seperti ini tidak hanya mendatangkan peserta dan penonton, tetapi juga menggerakkan hotel, transportasi, kuliner, UMKM, dan ekonomi lokal di daerah penyelenggara.
Hafiz menilai Explorex 2027 dapat menjadi lebih dari sekadar pameran. Acara ini diharapkan menjadi ruang bertemunya banyak kepentingan, mulai dari promosi destinasi, investasi, inovasi produk, hingga penguatan industri pendukung.
“Kami meyakini Explorex 2027 bukan sekadar sebuah pameran, tetapi menjadi katalisator kolaborasi industri, investasi, inovasi produk, promosi destinasi wisata petualangan Indonesia, penguatan UMKM dan industri pendukung, serta pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan event yang berkualitas,” ujar Hafiz.
Pengunjung Bisa Mencoba Langsung Aktivitas Luar Ruang
Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswati, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan Explorex dirancang sebagai platform berbasis pengalaman atau experience-driven platform.
Pameran ini mengangkat tiga elemen utama eksplorasi, yaitu darat, air, dan udara. Melalui konsep tersebut, pengunjung tidak hanya melihat produk dan layanan, tetapi juga dapat mencoba langsung berbagai aktivitas, belajar dari praktisi, serta berinteraksi dengan komunitas dan pelaku industri.
“Tujuan kami adalah membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan industri, komunitas, dan masyarakat. Explorex juga menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai produk, layanan, serta potensi industri petualangan melalui pengalaman langsung atau hands-on experience,” kata Vibiadhi.
Konsep seperti ini membuat pameran terasa lebih dekat dengan kebutuhan pasar. Pengunjung dapat memahami aktivitas luar ruang bukan hanya sebagai hobi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup, peluang usaha, dan potensi pariwisata.
Momentum untuk Industri Outdoor Indonesia
Managing Director PT Industri Pameran Nusantara, Ryan Adrian, menilai Explorex 2027 dapat menjadi salah satu tonggak penting bagi perkembangan industri outdoor, wisata petualangan, dan wisata minat khusus di Indonesia.
Menurut Ryan, minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Camping, hiking, dan kegiatan berbasis pengalaman semakin populer, terutama di kalangan masyarakat urban yang mencari ruang untuk melepas diri dari rutinitas kota.
Momentum ini memberi peluang bagi industri outdoor untuk tumbuh lebih tertata. Tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga jasa, komunitas, pelatihan, hingga standar keselamatan.
Founder Skygears Indonesia, Harry Suliztiarto, berharap Explorex menjadi awal lahirnya ekosistem kompetensi aktivitas luar ruang di Indonesia. Ia juga mendorong Indonesia menjadi pusat sertifikasi kompetensi kegiatan outdoor di kawasan Asia Tenggara.
Menurut Harry, pengembangan wisata petualangan harus berjalan bersama penguatan keselamatan, keamanan, pendidikan, dan pelatihan sumber daya manusia.
“Mari kita susun sistem pendidikan dan pelatihannya. Indonesia memiliki banyak sumber daya manusia yang kompeten. Itulah mimpi kami untuk membangun industri outdoor Indonesia yang semakin maju,” ujar Harry.
Dengan potensi alam yang luas dan minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang yang terus tumbuh, Explorex 2027 menjadi salah satu agenda yang layak diperhatikan. Jika dikelola dengan baik, pameran ini bisa membantu wisata petualangan Indonesia naik kelas, tidak hanya sebagai tren, tetapi sebagai ekosistem industri yang berkelanjutan.









