Ekonomi & Bisnis

Kekayaan Mineral Tak Cukup, Divo Gimbal Ingatkan Pentingnya SDM dan Inovasi

1
×

Kekayaan Mineral Tak Cukup, Divo Gimbal Ingatkan Pentingnya SDM dan Inovasi

Sebarkan artikel ini
Divo Gimbal mendorong penguatan SDM untuk mengelola mineral Indonesia. Foto: Istimewa / Dok. Elektrik Rakyat Indonesia
Divo Gimbal mendorong penguatan SDM untuk mengelola mineral Indonesia. Foto: Istimewa / Dok. Elektrik Rakyat Indonesia

Indonesia memiliki cadangan mineral yang besar. Nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga berbagai mineral strategis menjadi modal penting ketika dunia bergerak menuju era energi bersih dan kendaraan listrik

Namun, kekayaan alam tidak otomatis membuat Indonesia unggul. Menurut Pendiri Elektrik Rakyat Indonesia (ERI), Divo Gimbal, nilai terbesar dari mineral justru ditentukan oleh manusia yang mampu mengolahnya melalui pengetahuan, keterampilan, dan inovasi.

“Mineral adalah aset. Tetapi nilai sebenarnya lahir dari manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan inovasi,” ujar Divo.

MENGAPA INI PENTING?

  • Indonesia memiliki sejumlah mineral strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, dan timah.
  • Mineral menjadi salah satu modal penting dalam era transisi energi global.
  • Penguatan SDM dibutuhkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor bahan mentah.
  • Pendidikan vokasi, pelatihan teknis, riset, dan kolaborasi industri menjadi kunci peningkatan nilai tambah.

Divo menilai Indonesia perlu mengubah cara pandang dari sekadar menjual bahan mentah menjadi negara yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah. Mulai dari komponen kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, hingga berbagai industri pendukung energi bersih.

Menurutnya, langkah tersebut tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan besarnya cadangan tambang. Indonesia juga harus menyiapkan tenaga kerja yang memahami teknologi manufaktur, proses perakitan, elektronika, rekayasa baterai, hingga kewirausahaan berbasis industri hijau.

Penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting agar masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan industri kendaraan listrik. Generasi muda perlu memperoleh akses lebih luas terhadap pendidikan vokasi, pelatihan teknis, riset, serta kesempatan untuk masuk ke dalam ekosistem industri masa depan.

Selain pendidikan dan pelatihan, Divo menilai kolaborasi juga menjadi pekerjaan besar. Pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan komunitas perlu bergerak bersama membangun ekosistem yang berkelanjutan sehingga mampu melahirkan inovasi dan meningkatkan daya saing nasional.

Dengan ekosistem yang kuat, kekayaan mineral Indonesia dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Tidak hanya bagi industri besar, tetapi juga melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan masyarakat, dan tumbuhnya industri dalam negeri.

Bagi Divo, keberhasilan Indonesia tidak cukup diukur dari besarnya cadangan mineral yang dimiliki. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar kemampuan bangsa mengubah kekayaan tersebut menjadi teknologi, inovasi, dan kesejahteraan.

Di tengah persaingan global, membangun manusia unggul merupakan investasi paling berharga. Ketika pengetahuan, keterampilan, dan semangat inovasi tumbuh bersama, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran lebih kuat dalam industri energi bersih dan kendaraan listrik dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *