Event pariwisata semakin menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi daerah. Kementerian Pariwisata mencatat berbagai penyelenggaraan event sepanjang semester I 2026 memberi dampak langsung terhadap kunjungan wisatawan, keterlibatan UMKM, penyerapan tenaga kerja, hingga perputaran ekonomi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan sektor pariwisata terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika global. Salah satu penopangnya adalah penyelenggaraan berbagai event yang memperkuat daya saing dan ketahanan pariwisata Indonesia.
“Sektor pariwisata diharapkan semakin memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Menpar Widiyanti dalam jumpa pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah RI, Rabu (15/7/2026).
Karisma Event Nusantara Libatkan Ribuan UMKM
Salah satu program yang memberi dampak nyata adalah Karisma Event Nusantara atau KEN. Program ini menghimpun 125 event unggulan daerah di 38 provinsi.
Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 39 event KEN telah terselenggara. Dari jumlah itu, 28 event sudah dikaji dampak ekonomi dan sosialnya.
Hasilnya, event-event tersebut menarik 2,46 juta pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Selain itu, penyelenggaraan KEN juga melibatkan lebih dari 7.200 UMKM dan menyerap lebih dari 61 ribu tenaga kerja.
Total perputaran ekonomi yang dihasilkan dari event KEN yang telah dikaji mencapai Rp196,67 miliar.
Angka ini menunjukkan bahwa event pariwisata tidak hanya menjadi agenda hiburan atau promosi daerah. Di balik panggung, kuliner, pertunjukan, dan keramaian pengunjung, ada pelaku usaha kecil, pekerja seni, komunitas, transportasi, penginapan, hingga ekonomi lokal yang ikut bergerak.
Event Nasional dan Internasional Beri Dampak Lebih Besar
Selain KEN, Kementerian Pariwisata sepanjang 2026 juga akan mendukung 45 event nasional dan 94 event internasional.
Selama Januari hingga Juni 2026, terdapat 17 event internasional dan delapan event nasional yang telah didukung Kementerian Pariwisata. Dari penyelenggaraan event tersebut, tercatat lebih dari 614.731 pengunjung.
Event-event itu juga melibatkan 1.326 UMKM serta lebih dari 18 ribu pekerja seni dan anggota komunitas. Estimasi perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp661,15 miliar.
Bagi daerah, angka tersebut penting karena event dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan. Ketika sebuah event digelar, dampaknya tidak berhenti di lokasi acara. Hotel, restoran, transportasi lokal, pedagang kecil, penyedia jasa, hingga pelaku ekonomi kreatif ikut merasakan pergerakan.
MICE Catat Potensi Transaksi dan Devisa
Dampak ekonomi juga datang dari sektor MICE, yakni meeting, incentive, convention, and exhibition atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran.
Hingga akhir Juni 2026, terdapat 11 agenda MICE yang didukung Kementerian Pariwisata. Dua di antaranya telah selesai dikaji.
Dari dua event tersebut, tercatat potensi transaksi sebesar Rp485,5 miliar dan potensi devisa sekitar Rp347,6 miliar.
MICE memiliki karakter berbeda dibanding event wisata biasa. Pesertanya sering datang dengan agenda bisnis, pertemuan, atau pameran. Namun, dampaknya tetap masuk ke sektor pariwisata karena berkaitan dengan perjalanan, akomodasi, konsumsi, transportasi, dan aktivitas pendukung lain.
Event Jadi Cara Menghidupkan Destinasi
Menpar Widiyanti meyakini penyelenggaraan event akan terus memberi kontribusi positif bagi perekonomian nasional hingga akhir 2026. Dampaknya juga dinilai akan semakin besar melalui efek berganda yang tercipta.
“Kami meyakini hingga akhir 2026 penyelenggaraan event akan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Dampaknya juga akan semakin besar melalui efek berganda yang tercipta,” kata Menpar Widiyanti.
Menurutnya, jadwal agenda pariwisata hingga akhir 2026 dapat diakses melalui platform Visit Indonesia di www.indonesia.travel.
Di tengah persaingan pariwisata global, event menjadi salah satu cara untuk membuat destinasi tetap hidup. Event dapat memberi alasan baru bagi wisatawan untuk datang, memperpanjang lama tinggal, dan memperluas belanja wisatawan di daerah.
Namun, keberhasilan event tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung. Kualitas penyelenggaraan, keterlibatan masyarakat lokal, kesiapan destinasi, keamanan, kebersihan, dan dampak ekonomi bagi warga juga menjadi bagian penting.
Pariwisata Perlu Memberi Manfaat sampai Daerah
Kementerian Pariwisata menilai rangkaian capaian pada semester I 2026 memperkuat optimisme bahwa pariwisata merupakan salah satu pilar utama ekonomi masa depan Indonesia.
Selain event, sektor pariwisata juga ditopang oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan pergerakan wisatawan nusantara. Pada Mei 2026, kunjungan wisman mencapai 1,38 juta kunjungan atau naik 5,83 persen dibandingkan Mei 2025.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 tumbuh 8,69 persen secara tahunan. Secara kumulatif, perjalanan wisnus hingga Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menpar Widiyanti menegaskan, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci agar manfaat pariwisata dapat dirasakan lebih luas.
“Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis mampu membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, berdaya saing global, serta mampu mendistribusikan manfaat ekonomi secara merata hingga ke masyarakat di tingkat desa,” kata Menpar Widiyanti.









