NasionalEkonomi & Bisnis

Indonesia dan Iran Perkuat Kerja Sama Vokasi, Jaminan Sosial, dan Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

11
×

Indonesia dan Iran Perkuat Kerja Sama Vokasi, Jaminan Sosial, dan Kesempatan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Sebarkan artikel ini

Hyderabad, India – Indonesia dan Iran sepakat memperkuat kerja sama di bidang ketenagakerjaan melalui pengembangan pelatihan vokasi, penguatan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan, serta perluasan akses kerja bagi penyandang disabilitas. Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, dengan Menteri Koperasi, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Sosial Republik Islam Iran, Ahmad Meydari, di sela-sela BRICS Labour and Employment Ministers’ Meeting (LEMM) di Hyderabad, India, Rabu (15/7).

Menurut Menaker Yassierli, kedua negara memiliki peluang besar untuk saling belajar melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pembangunan sektor ketenagakerjaan.

“Kami meyakini terdapat potensi yang besar bagi Indonesia dan Iran untuk memperluas kolaborasi melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik-praktik terbaik yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Yassierli.

Salah satu fokus pembahasan adalah peningkatan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Indonesia dan Iran bertukar pengalaman mengenai kebijakan yang mendukung akses terhadap pelatihan, pengembangan keterampilan, hingga penciptaan lapangan kerja yang lebih inklusif.

Selain itu, kedua negara juga membahas penguatan sistem pelatihan vokasi melalui studi banding dan pertukaran pengetahuan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Di bidang perlindungan pekerja, Indonesia juga mendorong kerja sama dalam pengembangan sistem jaminan sosial ketenagakerjaan. Pertukaran pengalaman mengenai kebijakan perlindungan sosial dinilai penting untuk memperluas cakupan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman terkait reformasi kebijakan ketenagakerjaan, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola pasar kerja, hingga penyelenggaraan pelatihan vokasi.

“Kami berharap kementerian di kedua negara dapat menjajaki tindak lanjut yang konkret melalui pertukaran teknis, dialog antarpakar, serta program-program peningkatan kapasitas,” kata Yassierli.

Pertemuan bilateral tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi kedua negara untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pelindungan pekerja, serta menciptakan dunia kerja yang semakin inklusif.

Biro Humas Kemenaker RI


Mengapa Ini Penting? (Kotak Fakta Berita Raya)

Di tengah perubahan dunia kerja akibat digitalisasi dan perkembangan teknologi, kualitas tenaga kerja menjadi salah satu faktor utama daya saing suatu negara. Kerja sama internasional seperti ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkaya sistem pelatihan vokasi, memperluas perlindungan sosial, serta mempercepat lahirnya kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *