Nasional

Divo Gimbal Dorong Konversi Kendaraan Listrik di Forum CKG BKSDN

65
×

Divo Gimbal Dorong Konversi Kendaraan Listrik di Forum CKG BKSDN

Sebarkan artikel ini
Divo Gimbal bersama peserta Forum Diskusi Aktual BKSDN dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis yang membahas kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Isu kesehatan masyarakat dan lingkungan dinilai tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Keduanya saling terhubung, terutama ketika polusi udara masih menjadi salah satu persoalan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Pesan itu disampaikan Founder Elektrik Rakyat Indonesia atau ERI, Divo Gimbal, dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis atau CKG yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BKSDN) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Dalam forum tersebut, Divo menggaungkan pentingnya percepatan konversi kendaraan berbahan bakar minyak atau BBM ke kendaraan listrik. Menurutnya, langkah ini bukan hanya soal perubahan teknologi, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

“CKG mengajarkan kita pentingnya deteksi dini kesehatan. Begitu juga dengan lingkungan. Kita harus mulai bertindak sebelum dampak polusi semakin besar. Konversi kendaraan listrik adalah langkah konkret untuk menciptakan udara yang lebih bersih, biaya transportasi yang lebih hemat, dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik,” ujar Divo Gimbal.

MENGAPA INI PENTING?

Program kesehatan seperti CKG tidak hanya bicara soal pemeriksaan tubuh, tetapi juga membuka ruang untuk melihat faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan masyarakat. Polusi udara, biaya transportasi, dan ketergantungan pada BBM menjadi isu yang saling berkaitan.

  • Konversi kendaraan listrik dapat membantu menekan emisi dari sektor transportasi.
  • Kendaraan listrik berpotensi mengurangi biaya operasional masyarakat dalam jangka panjang.
  • Pemerintah daerah dapat menjadi pintu masuk edukasi dan pilot project elektrifikasi.
  • Lingkungan yang lebih bersih ikut mendukung kualitas hidup masyarakat.

Program Cek Kesehatan Gratis sendiri terus diperkuat pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pada 2026, fokus program tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga pada tindak lanjut hasil pemeriksaan secara lebih terintegrasi.

Melalui ERI, Divo menawarkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam bentuk pilot project konversi kendaraan listrik. Kolaborasi itu mencakup edukasi masyarakat, pelatihan teknisi, hingga pengembangan ekosistem elektrifikasi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional.

Menurut Divo, konversi listrik tidak boleh hanya dilihat sebagai tren teknologi. Lebih jauh, langkah tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang untuk menekan biaya operasional masyarakat, mengurangi ketergantungan terhadap BBM, menurunkan emisi karbon, dan mendukung ketahanan energi nasional.

“Jika masyarakat sehat adalah investasi bangsa, maka lingkungan yang sehat adalah fondasi masa depan Indonesia. Karena itu, CKG dan gerakan konversi listrik memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” kata Divo.

Elektrik Rakyat Indonesia merupakan gerakan yang berfokus pada edukasi, konversi kendaraan listrik, pengembangan teknologi ramah lingkungan, serta pembangunan ekosistem elektrifikasi. Gerakan ini mendorong percepatan transisi energi melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Hari Ini Kata BEE-der
“Tubuh bisa diperiksa di ruang kesehatan. Tapi udara yang kita hirup, harus dijaga bersama.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *