Program Magang Nasional atau MagangHub dinilai membantu industri mendapatkan talenta yang lebih siap kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut program ini memberi ruang bagi perusahaan untuk mengenal kemampuan calon tenaga kerja sebelum memutuskan merekrut mereka.
Hal itu disampaikan Yassierli saat meninjau implementasi MagangHub di PT Adyawinsa Electrical and Power (AEP), Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menaker didampingi Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi serta Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Darmawansyah.
Yassierli juga meninjau proses pembelajaran di tempat kerja dan berdialog dengan delapan alumni Program Magang Nasional yang kini telah direkrut sebagai karyawan tetap oleh PT AEP.
Menurut Yassierli, pengalaman di PT AEP menunjukkan bahwa MagangHub memberi manfaat nyata bagi perusahaan. Melalui program ini, perusahaan dapat membina, mendampingi, sekaligus menilai kompetensi peserta secara langsung.
“Perusahaan memiliki kesempatan untuk membina, mendampingi, sekaligus menilai kompetensi calon tenaga kerja secara langsung sebelum memutuskan untuk merekrut mereka sebagai karyawan,” ujar Yassierli.

MENGAPA INI PENTING?
Program Magang Nasional menjadi penting karena menghubungkan kebutuhan industri dengan lulusan baru yang membutuhkan pengalaman kerja nyata. Bagi perusahaan, program ini juga bisa menjadi ruang untuk menilai kesiapan calon tenaga kerja sebelum proses rekrutmen.
- Menaker Yassierli meninjau implementasi MagangHub di PT Adyawinsa Electrical and Power, Bekasi, Selasa (21/7/2026).
- Delapan alumni Program Magang Nasional di PT AEP telah direkrut sebagai karyawan tetap.
- MagangHub membantu perusahaan membina dan menilai kompetensi peserta sebelum proses rekrutmen.
- Program ini memberi kesempatan bagi lulusan baru untuk mendapat pengalaman kerja nyata di dunia industri.
Yassierli mengatakan, proses pembelajaran di tempat kerja membuat perusahaan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kesiapan peserta. Dengan begitu, rekrutmen tidak hanya bertumpu pada dokumen lamaran atau wawancara singkat.
“Program Magang Nasional memberikan kepastian yang lebih baik bagi perusahaan dalam memperoleh talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.
Yassierli menyebut pola tersebut sebagai bentuk talent acquisition yang lebih efektif karena proses pembelajaran dan penilaian berjalan bersamaan.
Jadi Jembatan untuk Lulusan Baru
Selain membantu perusahaan, MagangHub juga menjadi pintu masuk bagi lulusan baru, terutama lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pengalaman kerja.
Melalui program ini, peserta dapat merasakan langsung ritme kerja di industri, meningkatkan kompetensi, membangun etos kerja, dan memperbesar peluang untuk direkrut sebagai karyawan..
Yassierli menilai keberhasilan alumni magang yang terserap menjadi karyawan menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar ekosistem ketenagakerjaan lebih adaptif terhadap kebutuhan industri.
“Kami ingin Program Magang Nasional menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan industri akan tenaga kerja yang kompeten dengan talenta-talenta muda Indonesia yang siap berkembang,” ujar Yassierli.
Ia menambahkan, jika program berjalan baik, perusahaan bisa meningkatkan produktivitas, sementara lulusan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang layak.
Alumni Rasakan Manfaat MagangHub
Dalam dialog dengan Menaker, para alumni Program Magang Nasional yang telah menjadi karyawan tetap menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut.
Mereka menilai MagangHub memberi kesempatan untuk mempraktikkan ilmu dari bangku kuliah secara langsung di dunia industri. Pendampingan dari mentor juga membantu kemampuan kerja mereka berkembang.
Selain keterampilan teknis, para alumni merasakan manfaat pembekalan soft skills. Pembekalan itu membantu membentuk karakter yang lebih disiplin, beretika, dan berintegritas.
Program tersebut juga dinilai meningkatkan kepercayaan diri alumni ketika memasuki dunia kerja.

BEE-der Berpikir…
“Kadang yang dibutuhkan lulusan baru bukan hanya ijazah, tapi pintu pertama untuk membuktikan diri.”







