Future Makers

Dari Panggung ke Kendaraan Listrik, Divo Gimbal Bangun Ekosistem EV Lewat Edukasi dan Praktik

×

Dari Panggung ke Kendaraan Listrik, Divo Gimbal Bangun Ekosistem EV Lewat Edukasi dan Praktik

Sebarkan artikel ini

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga orang yang mampu menjembatani teknologi tersebut dengan pengguna, teknisi, dan komunitas. Divo Gimbal menempuh jalur yang tidak biasa untuk berada di titik itu: berangkat dari dunia musik dan kreatif, ia kemudian mendalami kendaraan listrik hingga mengembangkan edukasi, konversi, maintenance, upgrade, dan ekosistem EV.

MENGAPA INI PENTING?

  • 2000: Memulai karier sebagai penyanyi kafe dan panggung.
  • 2000–2005: Aktif dalam produksi dan pengembangan karya musik.
  • 2015: Terlibat dalam editing video dan mulai dekat dengan komunitas sepeda listrik.
  • 2019: Mulai serius mendalami bengkel dan konversi kendaraan listrik.
  • 2022: Mengembangkan program “Mahir Merakit Kendaraan Listrik dalam Sehari”.

Berawal dari Panggung

Sebelum berkecimpung di kendaraan listrik, Divo menjalani perjalanan panjang di dunia musik. Ia memulai karier profesional pada 2000 sebagai penyanyi kafe dan panggung.

Aktivitasnya kemudian berkembang ke produksi dan pengembangan karya musik. Pada periode 2000–2005, dalam periode tertentu, produktivitas produksinya mencapai lima album dalam satu tahun.

Dunia musik menjadi bagian dari proses yang membentuk kemampuan komunikasi, kreativitas, membangun jaringan, dan memahami karakter audiens.

Ketertarikan pada Kendaraan Listrik

Pada 2015, Divo melanjutkan aktivitasnya di Jakarta dan terlibat dalam editing video di Wild Rabbits. Pada periode yang sama, ia mulai dekat dengan komunitas sepeda listrik.

Ketertarikan tersebut kemudian berkembang menjadi pengalaman yang lebih teknis. Pada 2019, Divo mulai serius masuk ke dunia bengkel dan konversi kendaraan listrik.

Ia mempelajari teknologi kendaraan listrik melalui proyek-proyek nyata, sekaligus membangun pengalaman dalam memahami sistem kendaraan secara langsung.

Praktik Menjadi Jalan Edukasi

Pengalaman di lapangan kemudian mendorong Divo mengembangkan sisi edukasi.

Pada 2022, ia mengembangkan program “Mahir Merakit Kendaraan Listrik dalam Sehari”, sebuah program berbasis praktik yang memberikan pengetahuan dan pengalaman langsung mengenai perakitan serta sistem kendaraan listrik.

Bagi Divo, edukasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan kendaraan listrik. Teknologi tidak hanya perlu digunakan, tetapi juga dipahami agar masyarakat memiliki pengetahuan mengenai sistem, perawatan, dan pengembangannya.

Dari Konversi ke Ekosistem

Seiring perjalanan tersebut, aktivitas Divo berkembang melampaui konversi kendaraan.

Di bidang edukasi, ia mengembangkan pelatihan dan transfer ilmu kendaraan listrik. Sementara maintenance mencakup perawatan, troubleshooting, dan perbaikan.

Pada sisi upgrade, pengembangannya meliputi baterai, controller, motor, dan sistem kelistrikan. Untuk conversion, cakupannya mulai dari kendaraan roda dua hingga roda empat.

Eksplorasi kendaraan listrik juga mencakup sektor marine melalui marine EV, termasuk pengembangan dan konversi mesin tempel serta jetski listrik.

Selain teknologi, event dan komunitas menjadi bagian lain dari aktivitasnya. Gathering, kampanye, test ride, dan kegiatan komunitas menjadi ruang untuk mempertemukan pengguna dengan teknologi kendaraan listrik.

Menghubungkan Banyak Pihak

Ekosistem yang dikembangkan Divo mencakup jaringan pengguna, teknisi, bengkel, dealer, industri, komunitas, hingga institusi pendidikan.

Kombinasi pengalaman kreatif, komunikasi, komunitas, teknologi, pendidikan, dan bisnis kemudian menjadi dasar positioning Divo sebagai EV Ecosystem Builder.

Visinya adalah membangun ekosistem kendaraan listrik Indonesia yang dapat diakses masyarakat melalui edukasi, teknologi, maintenance, upgrade, conversion, dan event.

Perjalanan tersebut dirangkum Divo melalui filosofi:

“Dari panggung menuju teknologi. Dari kreativitas menuju inovasi. Dari pengalaman menuju edukasi. Dari kendaraan konvensional menuju Indonesia elektrik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *