Future Makers

David Saragih: Dari Menunggu Panggung hingga Menciptakan Panggung Sendiri

×

David Saragih: Dari Menunggu Panggung hingga Menciptakan Panggung Sendiri

Sebarkan artikel ini

Berada di depan kamera mungkin terlihat sebagai pekerjaan yang penuh sorotan. Namun, di balik sebuah penampilan, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat: latihan, penolakan, masa menunggu, hingga jeda antarpoyek.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan David Saragih, S.Kom., C.PCC. Aktor, content creator, dan trainer konten ini telah menjalani perjalanan di industri hiburan sejak 2003 dan terlibat dalam berbagai film serta serial Indonesia.

Sejumlah judul yang pernah menjadi bagian dari perjalanan aktingnya antara lain Laundry Show, Preman, Hitmen, Tulang Belulang Tulang, Get Married, Bad Boys vs Crazy Girls 2, hingga Secret High School.

Ketika Aktor Harus Menunggu

Dunia akting tidak selalu memberikan kepastian tentang kapan kesempatan berikutnya datang. Seorang aktor harus mengikuti casting, menunggu keputusan, dan bersiap menerima kemungkinan tidak mendapatkan peran meski sudah memberikan kemampuan terbaik.

David juga mengalami fase tersebut. Penolakan dan jeda panjang antarpoyek membuatnya melihat bahwa karier tidak bisa selamanya bergantung pada panggung yang dibangun orang lain.

Dari situlah muncul kesadaran untuk mulai membangun panggung sendiri.

Perubahan itu membawanya masuk lebih jauh ke dunia content creator. David kemudian mendirikan Komunitas Konten Kreator Indonesia.

Di ruang digital, ia menemukan cara yang berbeda untuk berkarya. Tidak lagi hanya menunggu dipilih, seorang kreator dapat menentukan gagasan, membangun cerita, memproduksi karya, sekaligus mengembangkan audiensnya sendiri.

MENGAPA INI PENTING?

  • David Saragih memulai perjalanan sebagai aktor sejak 2003.
  • Ia dikenal sebagai aktor, content creator, dan trainer konten.
  • David merupakan Wakil Ketua GEKRAFS DPC Kota Bekasi.
  • Ia juga menjabat Ketua Bidang Digital SPKPFI dan Co-Founder Nusa Kreator.

Pengalaman yang Berubah Menjadi Ruang Berbagi

Pengalaman di dunia akting, produksi, dan menghadapi kamera kemudian tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi. David mengembangkannya menjadi pengetahuan yang dapat dibagikan kepada orang lain.

Sebagai trainer konten, ia membantu mereka yang ingin mengenal dunia content creator, mengembangkan ide, tampil di depan kamera, dan memahami proses kreatif secara lebih dekat.

Perannya juga berkembang melalui berbagai organisasi dan ruang kolaborasi. Saat ini, David mengemban amanah sebagai Wakil Ketua GEKRAFS DPC Kota Bekasi, Ketua Bidang Digital SPKPFI—Serikat Pekerja Kreatif & Pekerja Film Indonesia, serta Co-Founder Nusa Kreator.

Bagi seorang kreator, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa berkarya tidak hanya soal menghasilkan konten untuk diri sendiri. Ada komunitas yang dapat dibangun, pengalaman yang bisa dibagikan, dan ekosistem yang dapat tumbuh bersama.

Perubahan teknologi, termasuk perkembangan AI, turut menjadi bagian dari perubahan tersebut. Teknologi dapat membuka cara baru bagi kreator untuk mencari gagasan, mengembangkan konsep, mengelola produksi, dan menjangkau audiens.

Namun, teknologi tetap membutuhkan manusia yang memiliki cerita, sudut pandang, tanggung jawab, dan keberanian untuk memulai.

Tidak Harus Menunggu Merasa Siap

Media sosial sering kali hanya memperlihatkan hasil akhir. Publik melihat seseorang tampil dalam film, menghasilkan konten, memimpin komunitas, atau berdiri sebagai trainer di depan peserta.

Yang tidak selalu terlihat adalah proses di belakangnya: penolakan, masa menunggu, keraguan, dan perjalanan panjang untuk terus berkembang.

Hal serupa juga dialami banyak anak muda yang sebenarnya sudah memiliki gagasan, tetapi masih tertahan karena takut salah, takut dinilai, atau merasa belum cukup siap.

Perjalanan David memperlihatkan bahwa kesiapan tidak selalu hadir sebelum seseorang memulai. Kemampuan dan kepercayaan diri justru bisa tumbuh setelah seseorang berani mengambil langkah pertama.

Menciptakan panggung sendiri pun tidak berarti harus berjalan sendirian. Panggung dapat dibangun melalui karya, komunitas, kolaborasi, dan keberanian membuka kesempatan bersama orang lain.

Membawa Semangat Future Ready

Pengalaman tersebut menjadi alasan David hadir sebagai Guest Inspiration dalam Coffee Talk – Future Ready.

Ia tidak hadir untuk mengatakan bahwa setiap orang harus menjadi aktor atau content creator. Pengalamannya membawa pembicaraan yang lebih luas: bagaimana menghadapi penolakan, membaca perubahan, mengembangkan kemampuan, dan melihat peluang dari sudut pandang yang berbeda.

Menjadi future ready bukan semata tentang mampu mengikuti perkembangan teknologi. Ada kesiapan lain yang tidak kalah penting: keberanian untuk berhenti hanya menunggu kesempatan dan mulai menciptakan ruang bagi diri sendiri.

Panggung pertama mungkin belum besar. Karya pertama mungkin juga belum sempurna. Tetapi dari sanalah proses belajar dan perjalanan berikutnya dimulai.

Coffee Talk – Future Ready

Coffee Talk – Future Ready akan diselenggarakan pada Rabu, 30 September 2026, pukul 15.30–18.00 WIB, di Sunzet Nusantara Café & Dining, Leuwinanggung, Depok. Kegiatan ini diprakarsai oleh PT BEEang Cipta Raya sebagai langkah awal dari Creative Series – Road to Indonesia Youth Creativaganza 2027.

Bersama David Saragih, peserta diajak melihat masa depan dari perspektif yang lebih dekat dengan pengalaman nyata: bahwa masa depan tidak selalu dimulai ketika seseorang akhirnya dipilih.

Terkadang, semuanya justru dimulai ketika seseorang berhenti menunggu dan berani membangun panggungnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *