Future Makers

Masuk Dunia Kerja di Era AI: Bagaimana Anak Muda Menyiapkan Diri?

×

Masuk Dunia Kerja di Era AI: Bagaimana Anak Muda Menyiapkan Diri?

Sebarkan artikel ini

Dunia terus bergerak. Teknologi digital semakin canggih, kecerdasan buatan atau AI semakin berkembang, dan cara kita belajar, bekerja, serta membangun karier pun ikut berubah.

Hari ini, banyak hal dapat dilakukan hanya melalui perangkat yang ada di tangan. Kita bisa belajar keterampilan baru, membuat karya, membangun portofolio, mencari pekerjaan, bahkan memulai usaha sendiri.

Peluangnya memang semakin terbuka. Namun, tantangannya juga semakin besar.

Dunia kerja kini tidak lagi hanya melihat ijazah atau nilai akademis. Kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja bersama orang lain, memahami teknologi, serta menyelesaikan persoalan juga semakin dibutuhkan.

Lalu, bagaimana anak muda menyiapkan dirinya?

Keterampilan apa yang perlu dipelajari? Pekerjaan seperti apa yang masih akan dibutuhkan? Dan harus mulai dari mana ketika pilihan semakin banyak, sementara arah yang ingin dituju belum sepenuhnya terlihat?

MENGAPA INI PENTING?

  • Tanggal: Rabu, 30 September 2026
  • Waktu: 15.30–18.00 WIB
  • Lokasi: Sunzet Nusantara Café & Dining, Leuwinanggung, Depok
  • Host: Tasya Yasin
  • Guides: Aranggi Soemardjan dan Ali “Coboy” Mustafa
  • Guest Inspiration: David Saragih

Banyak Informasi, Banyak Pilihan

Berbagai pelatihan, kelas, dan informasi pengembangan diri kini sangat mudah ditemukan di media sosial. Anak muda bisa belajar tentang teknologi, pekerjaan, bisnis, dunia kreatif, hingga pengembangan diri tanpa harus meninggalkan layar.

Tentu saja, ini adalah sebuah kemudahan. Pengetahuan menjadi lebih terbuka dan dapat diakses dari mana saja.

Namun, tanpa kita sadari, kebiasaan berinteraksi juga ikut berubah. Kita semakin sering bertemu melalui layar, tetapi semakin jarang duduk bersama dan benar-benar berbicara.

Kesempatan untuk bertanya secara spontan, mendengarkan cerita orang lain, membaca respons, bertukar pengalaman, dan membangun hubungan secara langsung menjadi semakin terbatas.

Bukan berarti pembelajaran digital tidak baik. Ruang daring dan pertemuan tatap muka memiliki manfaatnya masing-masing. Keduanya tidak perlu dipertentangkan karena justru dapat saling melengkapi.

Sebab, memasuki dunia kerja tidak cukup hanya dengan kemampuan teknis. Ada kemampuan lain yang juga perlu dilatih: mendengarkan, menyampaikan gagasan, memahami sudut pandang yang berbeda, bekerja bersama, dan membangun kepercayaan.

Teknologi memang memudahkan kita untuk terhubung. Namun, pertemuan langsung memberi kesempatan agar hubungan itu benar-benar tumbuh.

Memulai dari Sebuah Percakapan

Dari situlah Coffee Talk – Future Ready hadir.

Sebuah ruang percakapan yang diprakarsai oleh PT BEEang Cipta Raya untuk mengajak anak muda bertemu, berbagi cerita, mendengarkan pengalaman, dan melihat masa depan dari berbagai sudut pandang.

Coffee Talk – Future Ready bukan seminar satu arah. Bukan pula ruang yang menjanjikan jawaban instan atas semua pertanyaan tentang masa depan.

Karena kita memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan, pilihan, dan waktunya masing-masing.

Percakapan ini akan berlangsung bersama Tasya Yasin sebagai Host, Aranggi Soemardjan dan Ali “Coboy” Mustafa sebagai Guides, serta David Saragih sebagai Guest Inspiration.

Mereka datang dari perjalanan dan pengalaman yang berbeda—mulai dari teknologi dan AI, dunia kreatif, komunikasi, karier, hingga kewirausahaan. Perbedaan itulah yang diharapkan dapat membuka percakapan dan memperkaya perspektif peserta.

Bukan untuk mengatakan jalan mana yang paling benar. Bukan pula untuk menentukan masa depan seseorang.

Coffee Talk – Future Ready ingin membuka ruang agar anak muda dapat bertanya, mendengar pengalaman nyata, menemukan koneksi, dan mungkin melihat satu langkah yang sebelumnya belum terpikirkan.

Barangkali tidak semua pertanyaan akan langsung menemukan jawabannya. Namun, satu percakapan bisa melahirkan gagasan baru. Satu pertemuan bisa membuka hubungan baru. Dan satu sudut pandang bisa membantu seseorang melihat langkah berikutnya dengan lebih jernih.

Langkah Awal Menuju IYC 2027

Coffee Talk – Future Ready merupakan langkah awal dari rangkaian Creative Series – Road to Indonesia Youth Creativaganza 2027.

Perjalanan ini dimulai dengan mendengarkan suara anak muda. Apa yang sedang mereka hadapi? Apa yang ingin mereka pelajari? Ruang dan peluang seperti apa yang sebenarnya mereka butuhkan?

Dari percakapan tersebut, berbagai suara dan gagasan diharapkan dapat tumbuh melalui Creative Series menjadi kegiatan, kolaborasi, tantangan, dan karya nyata.

Selanjutnya, Indonesia Youth Creativaganza 2027 diproyeksikan menjadi ruang yang lebih luas untuk mempertemukan talenta, karya, jejaring, dan peluang.

Coffee Talk – Future Ready akan diselenggarakan pada Rabu, 30 September 2026, pukul 15.30–18.00 WIB, di Sunzet Nusantara Café & Dining, Leuwinanggung, Depok.

Masa depan memang tidak memberikan petunjuk yang sama kepada setiap orang. Kita juga tidak harus mengetahui seluruh jawabannya hari ini.

Terkadang, langkah menuju masa depan dapat dimulai dengan cara yang sederhana: hadir, bertemu, saling mendengarkan, lalu berani memulai percakapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *