Pendidikan

Puncak IPRE 2026, UI Raih Juara 1 Jakarta Research Idea Challenge

×

Puncak IPRE 2026, UI Raih Juara 1 Jakarta Research Idea Challenge

Sebarkan artikel ini
Puncak IPRE 2026 dan pengumuman pemenang Jakarta Research Idea Challenge. Photo : Beritaraya.id
Puncak IPRE 2026 dan pengumuman pemenang Jakarta Research Idea Challenge. Photo : Beritaraya.id

Indonesia Postgraduate & Research Expo (IPRE) 2026 resmi berakhir pada Jumat (25/9/2026), ditandai dengan pengumuman pemenang Jakarta Research Idea Challenge 2026 di panggung utama acara.

Kompetisi yang menjadi bagian dari rangkaian IPRE 2026 tersebut mempertemukan gagasan riset mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kolaborasi IPRE 2026 bersama PT Nanotech Indonesia Global Tbk ini menjadi ruang untuk mempertemukan ide penelitian dengan kebutuhan dan tantangan dunia industri.

Dini Fallah, Ketua Pelaksana IPRE 2026 sekaligus CEO Mataer Digital dari PT Profajar Eksibit Nusantara, mengatakan antusiasme peserta terlihat sejak tahap pendaftaran. Sebanyak 100 kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kompetisi tersebut sebelum disaring hingga menghasilkan para finalis yang tampil pada tahap akhir.

“Kami sangat bersyukur seluruh rangkaian IPRE 2026 dan Jakarta Research Idea Challenge berjalan lancar hingga acara puncak sore ini. Dari 100 kelompok pendaftar se-Indonesia, menyaringnya menjadi para finalis terbaik panggung utama bukanlah hal mudah karena kualitas riset anak-anak muda ini sangat luar biasa. Semoga ajang IPRE ini jadi batu loncatan besar bagi mereka,” ujar Dini.

Para finalis dinilai berdasarkan empat aspek, yakni analisis laboratorium, kesiapan produksi skala industri, komersialitas dan manfaat, serta peluang ekonomi.

Hasil penilaian menetapkan Universitas Indonesia (UI) sebagai Juara 1 melalui Ratna Wijayatri dengan riset “Inovasi Produk Nanoemulgel Poliherbal Berbasis Kearifan Lokal untuk Mengatasi Infeksi dan Mempercepat Regenerasi Luka.”

Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 2 melalui Kartika Milenda dengan riset “Human-in-the-Loop AI for Data-Ready Enterprise Architecture Modernization.”

Sementara itu, Juara 3 Bersama diraih dua tim. Tim Universitas Pertamina yang terdiri dari Fariz Alfarizi, Afifah Amelia, dan Reyno Hadi Saputra mengangkat riset “Formulasi Hybrid Nano-Biosurfaktan Berbasis Sulfonated Carbon Quantum Dots dari Tandan Kosong Sawit.”

Juara 3 Bersama lainnya diraih Calvin Institute of Technology melalui Vanessa Giovanni, Rafael Tristan Kurniawan, dan Laurens Rondonuwu dengan riset “Beton Bioreseptif Berbasis Biogel Chlorella sorokiniana sebagai Strategi Penangkapan Karbon untuk Dekarbonisasi Perkotaan Tropis.”

MENGAPA INI PENTING?

  • IPRE 2026 ditutup pada Jumat, 25 September 2026.
  • Jakarta Research Idea Challenge 2026 diikuti 100 kelompok mahasiswa.
  • UI meraih Juara 1 melalui Ratna Wijayatri.
  • ITB meraih Juara 2 melalui Kartika Milenda.
  • Universitas Pertamina dan Calvin Institute of Technology meraih Juara 3 Bersama.

Riset Tidak Berhenti di Panggung IPRE 2026

Penutupan kompetisi tidak menjadi akhir bagi pengembangan riset para peserta.

Direktur Utama PT Nanotech Indonesia Global Tbk, Suryandaru, mengatakan perusahaan berkomitmen memberikan dukungan lanjutan kepada para peserta.

“Rangkaian IPRE 2026 boleh ditutup hari ini, tetapi perjalanan riset anak-anak muda ini baru saja dimulai. Selamat untuk para pemenang, dan penting untuk diingat bahwa semua anak muda ini harus kita dukung, bukan hanya Juara 1, 2, atau 3 saja. Keberanian dari 100 kelompok yang terdaftar untuk melangkah, bermimpi besar, dan menguasai ilmu pengetahuan adalah modal penting bagi masa depan inovasi Indonesia,” ungkap Suryandaru.

Selain uang saku riset sesuai peringkat, para pemenang mendapatkan paket pendampingan lanjutan dari PT Nanotech Indonesia Global Tbk.

Pendampingan tersebut mencakup Beasiswa Riset NANO selama enam bulan, akses laboratorium R&D, bimbingan publikasi ilmiah, Meet & Greet bersama pakar nanoteknologi Prof. Nurul Taufiqu Rochman, keterlibatan dalam proyek NANO, hingga peluang pengembangan riset menuju komersialisasi dan perusahaan berbasis teknologi.

Juri Tekankan Riset Harus Berangkat dari Masalah Nyata

VP Marketing & Product Development PT Nanotech Indonesia Global Tbk, Dimas, yang menjadi salah satu anggota dewan juri, menekankan pentingnya keterkaitan antara gagasan penelitian dengan persoalan nyata.

“Riset yang kuat selalu berangkat dari masalah nyata di lapangan. Kriterianya jelas: ide tersebut applicable dan minimal pernah diuji coba skala dasar. Bagi tim yang belum meraih juara hari ini, jangan pernah patah semangat,” tutur Dimas.

Sementara itu, Dr. Abu Saad Aqueel Ahmad Amsari, Director Global R&D and Innovation Center, Nano Center Indonesia, mengapresiasi kemampuan para finalis dalam menyampaikan gagasan riset mereka.

“Kepercayaan diri dan penguasaan materi yang ditunjukkan para finalis hari ini sangat luar biasa. Ketika peneliti menguasai ilmunya, gagasan yang rumit pun dapat disampaikan secara meyakinkan kepada publik dan industri,” pungkas Dr. Abu Saad.

Tinggalkan Balasan