Perubahan perilaku audiens di ruang digital membuat perusahaan tidak hanya dituntut hadir di berbagai platform, tetapi juga mampu menghasilkan komunikasi yang cepat, relevan, dan autentik. Kondisi tersebut mendorong aktor sekaligus Certified Professional Content Creator, David Saragih, S.Kom., C.PCC, mengembangkan program Kelas Konten Karyawan.
Program tersebut dirancang untuk membantu perusahaan membangun sistem In-House Content Factory, dengan memanfaatkan karyawan sebagai bagian dari produksi dan penyampaian konten digital perusahaan.
David menggabungkan pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai aktor dengan pendekatan produksi konten dan pengukuran kinerja digital. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diarahkan untuk mampu tampil di depan kamera, tetapi juga memahami proses produksi serta tujuan bisnis dari konten yang dibuat.
Mengatasi Hambatan dari Internal Perusahaan
Dalam programnya, David mengidentifikasi sejumlah persoalan yang kerap muncul dalam pengelolaan konten digital perusahaan.
Salah satunya adalah ketergantungan terhadap agensi eksternal untuk kebutuhan produksi konten. Di sisi lain, sebagian karyawan masih menghadapi persoalan kepercayaan diri ketika harus tampil di depan kamera.
Persoalan lainnya berkaitan dengan cara penyampaian pesan perusahaan. Komunikasi korporat yang terlalu formal dapat membuat pesan terasa kurang dekat dengan audiens.
Melalui konsep In-House Content Factory, perusahaan diarahkan untuk mengembangkan kemampuan produksi dari dalam organisasi. Karyawan tidak hanya menjadi objek komunikasi internal, tetapi juga dapat berperan sebagai wajah perusahaan di ruang digital.

MENGAPA INI PENTING?
- Program Kelas Konten Karyawan dikembangkan oleh David Saragih, S.Kom., C.PCC.
- Konsep utama program adalah In-House Content Factory.
- Pelatihan menggunakan dua pendekatan: The Art dan The Science.
- Program mencakup pelatihan selama dua hari dan Pendampingan 30 Hari.
- Studi kasus dalam proposal mencakup industri finansial, antara lain Pensiunku dan Indako.
- Disebutkan lebih dari 50 karyawan telah dilatih untuk memproduksi konten secara mandiri.
Menggabungkan Keaktoran dan Produksi Konten
Metode pelatihan menggunakan pendekatan The Art & The Science, yang membagi pembelajaran ke dalam dua pilar.
Pilar pertama, The Art, berfokus pada kemampuan personal ketika berada di depan kamera. Materinya mencakup olah vokal, gestur, presence, serta latihan untuk mengatasi mental block.
Peserta juga diperkenalkan pada teknik penyampaian naskah agar tidak terlalu bergantung pada teleprompter sehingga komunikasi di depan kamera tetap terasa natural.
Sementara itu, pilar kedua, The Science, membahas aspek produksi dan data. Peserta mempelajari produksi menggunakan smartphone, termasuk tata cahaya dan audio, sekaligus memahami strategi menarik perhatian audiens melalui 3-Second Hook.
Aspek pengukuran juga menjadi bagian dari program, termasuk pembahasan mengenai Return on Investment (ROI) dan Cost per Acquisition (CPA).
Tidak Berhenti di Ruang Pelatihan
Program Kelas Konten Karyawan tidak hanya menawarkan pelatihan selama dua hari. David juga memasukkan skema Pendampingan 30 Hari untuk membantu perusahaan menerapkan sistem tersebut setelah pelatihan.
Pendampingan mencakup evaluasi konten mingguan, perbaikan naskah dan gestur, hingga integrasi sistem produksi konten ke dalam alur kerja divisi pemasaran.
Dalam proposalnya, David mencantumkan studi kasus dari industri finansial, antara lain Pensiunku dan Indako. Disebutkan, lebih dari 50 karyawan telah dilatih untuk memproduksi konten secara mandiri.
Disebutkan juga adanya efisiensi biaya produksi, peningkatan engagement video organik, serta terbentuknya squad konten internal di beberapa perusahaan. Namun, hasil tersebut perlu dilihat sesuai konteks perusahaan serta penerapannya masing-masing.
Direktur Pensiunku, Brian Sitohang, dalam materi program tersebut menyampaikan bahwa karyawan perusahaan menjadi lebih percaya diri ketika tampil dan pesan perusahaan dapat disampaikan secara lebih natural dan autentik.
Bagi perusahaan, pendekatan ini menempatkan pengembangan kemampuan konten bukan semata sebagai aktivitas pemasaran, tetapi juga sebagai upaya membangun kapasitas komunikasi digital dari dalam organisasi.
Informasi mengenai program Kelas Konten Karyawan dan peluang kerja sama dapat diperoleh melalui Instagram @davidsaragih.

BEE-der Berpikir…
“Perubahan pola konsumsi informasi di ruang digital membuat kemampuan membuat konten semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari perusahaan. Pendekatan yang melibatkan karyawan sebagai bagian dari proses produksi dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kapasitas komunikasi digital dari dalam organisasi.”

