Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai dipersiapkan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang menyiapkan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur edukasi, kebersamaan, dan pelestarian permainan tradisional.
Kegiatan bertajuk Gebyar HUT RI ke-81 Kota Singkawang tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Lapangan Mess Daerah Kota Singkawang.
Berbagai unsur masyarakat akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pelajar, guru, masyarakat umum, kelurahan dan kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), paguyuban, hingga unsur TNI dan Polri.
Tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda. Nilai kebersamaan, sportivitas, ketangkasan, dan gotong royong menjadi bagian yang ingin dihidupkan melalui perlombaan.

MENGAPA INI PENTING?
- Waktu: Rabu, 12 Agustus 2026.
- Lokasi: Lapangan Mess Daerah Kota Singkawang.
- Peserta: Pelajar SD dan SMP, guru, masyarakat umum, kelurahan dan kecamatan, OPD, paguyuban, serta unsur TNI dan Polri.
- Cabang permainan: Balap karung, lempar bola ke kaleng, dan tarik upih pinang.
- Total hadiah: Rp12,9 juta.
Untuk kategori balap karung, perlombaan disiapkan bagi peserta putra dan putri. Peserta berasal dari sejumlah unsur, termasuk pelajar SD dan SMP, guru, paguyuban, OPD, serta TNI dan Polri.
Sementara itu, lempar bola ke kaleng dimainkan secara beregu. Setiap tim terdiri atas lima orang dengan sasaran kaleng yang disusun membentuk piramida.
Permainan lainnya adalah tarik upih pinang, yang menggunakan pelepah pinang sebagai media permainan. Peserta beradu kecepatan dan ketangkasan dalam lintasan yang telah disiapkan panitia.
Seluruh perlengkapan perlombaan disiapkan oleh panitia. Para peserta juga didorong untuk menjunjung sportivitas dan mengikuti aturan permainan selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan permainan tradisional tidak sekadar menjadi bagian dari perlombaan, tetapi juga dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan dan mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Permainan tradisional bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi sarana mempererat persaudaraan, menanamkan nilai kerja sama, sportivitas, serta melestarikan budaya bangsa kepada generasi muda.” ungkap Asmadi
Gebyar HUT RI ke-81 tersebut juga menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok masyarakat. Keterlibatan pelajar, guru, masyarakat, perangkat daerah, hingga unsur TNI dan Polri membuat kegiatan tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga membangun kebersamaan dalam menyambut hari kemerdekaan.
Di tengah semakin populernya hiburan dan permainan berbasis digital, pengenalan kembali permainan rakyat menjadi bagian penting dalam menjaga agar permainan tradisional tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Melalui kegiatan tersebut, Disdikbud Kota Singkawang berharap peringatan HUT ke-81 RI dapat dirasakan sebagai momentum kebersamaan sekaligus menjadi ruang edukasi yang menyenangkan bagi masyarakat.
Semangat kemerdekaan pun tidak hanya hadir melalui seremoni, tetapi juga melalui aktivitas yang mempertemukan masyarakat, menghidupkan permainan tradisional, dan menanamkan nilai kebersamaan.

BEE-der Berpikir…
“Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menjaga sesuatu yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Ketika permainan tradisional kembali dimainkan bersama, nilai kebersamaan dan gotong royong ikut menemukan ruang untuk tumbuh di tengah generasi baru.”




