Daerah

Didatangi Empat Orang, Warga Ciluluk Mengaku Diancam Senjata Tajam

×

Didatangi Empat Orang, Warga Ciluluk Mengaku Diancam Senjata Tajam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam terhadap warga di Desa Ciluluk, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. Foto: Ilustrasi

BANDUNG — Seorang warga Kampung Sayang RT 02/11, Desa Ciluluk, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Ayi, mengaku didatangi sejumlah orang yang diduga mengancamnya menggunakan senjata tajam, Kamis (1/10/2026) malam.

Menurut keterangan Ayi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Dua orang berinisial N dan A disebut datang bersama dua orang lainnya ke rumahnya.

Ayi menuturkan, kedua orang tersebut kemudian berteriak dan diduga mengacungkan golok serta celurit ke arahnya. Pintu dan pagar rumahnya juga disebut digedor, sementara senjata tajam diduga dihantamkan ke bagian pintu.

“Saya didatangi mereka sekitar pukul 19.30 WIB. Mereka berteriak-teriak dan mengacungkan golok serta celurit kepada saya. Pintu dan pagar rumah saya digedor-gedor, bahkan senjata tajam dihantamkan ke pintu,” ungkap Ayi saat ditemui awak media di rumahnya, Jumat (2/10/2026).

MENGAPA INI PENTING?

Isi penjelasan BR FACT di sini.

  • Ayi mengaku didatangi empat orang pada Kamis malam.
  • Dua orang yang disebutnya berinisial N dan A.
  • Ayi menyebut adanya dugaan penggunaan golok dan celurit.
  • Persoalan telah dibawa ke Polsek Cikancung.

Menurut Ayi, situasi sempat memanas. Dua orang yang datang bersama N dan A disebut berupaya memisahkan dan meminta dirinya masuk ke dalam rumah untuk mengamankan diri.

Ayi mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang menyebabkan dirinya didatangi dan diancam. Ia menduga kejadian tersebut berkaitan dengan kesalahpahaman yang menyangkut anaknya.

“Saya merasa ini hanya ada kesalahpahaman saja yang menyangkut anak saya. Saya sendiri tidak pernah merasa mempunyai masalah dengan mereka. Kenapa mereka datang mengancam dengan senjata tajam,” kata Ayi.

Ayi juga menyebut, beberapa hari sebelum kejadian, orang yang disebutnya sebagai pihak yang diduga melakukan pengancaman telah beberapa kali datang ke rumah dan menanyakan keberadaan anaknya.

Namun, Ayi mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan antara mereka dengan anaknya. Ia hanya menduga masalah tersebut berkaitan dengan kejadian sebelumnya yang melibatkan anaknya bersama teman-temannya dan menurut sepengetahuannya telah diselesaikan.

“Sebelumnya memang ada kejadian yang melibatkan anak saya bersama temannya, terkait anak saya menjawab persoalan sandal hilang dan setahu saya persoalan itu sudah diselesaikan. Saya tidak menyangka kemudian persoalan tersebut justru terus berbuntut dan akhirnya jadi seperti ini,” ujarnya.

Merasa tersinggung serta khawatir terhadap keselamatan dirinya dan keluarga, Ayi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus lingkungan, mulai dari RT, RW hingga Kepala Desa Ciluluk.

Bersama pengurus setempat, persoalan tersebut kemudian dibawa ke Polsek Cikancung dan diterima petugas yang sedang piket.

Menurut Ayi, pihak kepolisian menyarankan dirinya bersabar dan menunggu perkembangan penanganan. Ia mendapat informasi bahwa pihak kepolisian akan memanggil pihak-pihak terkait untuk penyelesaian setelah pihak yang disebutnya sebagai terduga pelaku diamankan.

“Saya diminta bersabar dan menunggu kabar dari Polsek. Katanya nanti akan dipanggil untuk penyelesaian setelah terduga pelaku ditangkap. Tapi saya tetap merasa tidak tenang karena menyangkut keselamatan saya dan keluarga,” tutur Ayi.

Ayi menyebut dirinya juga memperoleh informasi bahwa pihak yang diduga melakukan pengancaman sempat terlihat berada di sekitar rumahnya setelah kejadian.

Karena alasan keamanan dan ingin persoalan segera tuntas, Ayi menyatakan akan mempertimbangkan membuat laporan polisi apabila dalam waktu 24 jam belum memperoleh kepastian mengenai penanganan terhadap pihak yang disebutnya melakukan pengancaman dengan senjata tajam.

Ayi berharap aparat kepolisian segera memberikan kepastian penanganan atas peristiwa tersebut. Ia ingin kembali menjalani kehidupan bersama keluarganya dengan rasa aman dan tenteram.

“Saya hanya ingin saya dan keluarga merasa aman kembali. Kalau memang ada persoalan dengan anak saya, seharusnya diselesaikan dengan baik kan bisa dengan musyawarah untuk mencari jalan keluarnya, jangan sampai datang dan melakukan ancaman menggunakan senjata tajam,” tegasnya.

Ia juga berharap Polsek Cikancung menangani persoalan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar permasalahan tidak berkembang dan dapat diselesaikan secara tuntas.

“Saya berharap kepolisian segera menangani persoalan ini dan menegakkan hukum sesuai aturan yang berlaku. Saya ingin semuanya jelas, supaya persoalan ini bisa secepatnya beres dan tuntas,” pungkas Ayi.(Tim)

Tinggalkan Balasan